20 Cara memberikan sugesti pada anak

☆20 CARA UNTUK MEMBERIKAN SUGESTI TEHADAP ANAK☆

*1. SAAT NGANTUK.*

Dimomen ini, gelombang otak anak turun dari beta ke alpha. Anak berada dalam kondisi sangat malas untuk melakukan hal lain, kecuali tidur. Ini adalah kondisi hipnosis, dan anak sangat sugestif.

Ucapkan sugesti positif dengan lembut dan penuh cinta, setengah berbisik, di dekat telinga anak Anda.  Lakukan minimal 3 kali. Akhiri dengan konfirmasi ke anak. Dan, bila anak mengabaikan atau menjawabnya dengan malas-malasan, biarkan, itu tanda sugesti Anda masuk.

*2. 30 MENIT PERTAMA SAAT TIDUR*

Tidur lelap, yang notabene anak tidak bisa disugesti, biasanya terjadi setelah 30 menit sejak pertama tidur. Berarti di momen 30 menit pertama, anak berada dalam kondisi alpha hingga theta, yaitu kondisi rileks yang sangat sugestif. Silakan masukan sugesti positif Anda, dan jangan lupa lakukan konfirmasi ke anak.

*3. SAAT BERMIMPI*

Mimpi merupakan momen sugestif, ketika anak berada dalam kondisi theta. Tanda ketika anak bermimpi ada pada kelopak matanya yang bergerak seakan bola matanya berputar. Di ranah psikologi, ini disebut REM (Rapid Eye Movement).

*4. SAAT MENGIGAU*

Ketika tidur, sering kali anak menghadirkan fenomena mengigau. Anak berada pada gelombang theta yang sangat sugestif. Peluk anak Anda, belai dan ucapkan cinta kasih sebelum memberinya kata-kata sugestif. Ulangi dan lakukan konfirmasi dengan sangat lembut.

*5. 30 MENIT SEBELUM BANGUN*

Dari gelombang deltha (tidur), 30 menit lamanya kesadaran bergeser ke gelombang theta dan alpha, untuk kemudian manusia masuk ke kesadaran beta. Di momen inilah orang tua bisa menyisipkan sugesti positif dengan berbisik lembut penuh belaian

*6. SAAT FOKUS MEMBACA BUKU*

Dalam momen ini anak dalam kondisi alpha. Uji dengan lembut memanggilanya. Bila ia malas, bahkan tidak menjawab atau menjawabnya dengan tanpa menoleh, itu tanda anak begitu fokus. Berikan sugesti positif tanpa perlu menyentuhnya, agar pikiran sadarnya tetap fokus ke buku. Pastikan saat Anda bicara, anak semakin fokus membaca

*7. SAAT ANAK MAIN GAME*

Keasyikan main game, membuat anak sangat fokus sehingga gerbang pikiran bawah sadarnya terbuka lebar. Coba panggil lembut untuk memastikan bahwa pikiran sadarnya tidak menghiraukan Anda. Setelah yakin, ucapkan sugesti positif tanpa perlu Anda menyentuhnya. Ulangi beberapa kali.

*8. SAAT NONTON*

Kasusnya sama dengan saat main game. Pikiran anak hanya terfokus pada satu objek sehingga gerbang bawah sadarnya terbuka lebar. Biarkan anak semakin fokus, lalu masukan sugesti positif ke pikiran bawah sadarnya.

*9. SAAT ASYIK MENGGAMBAR/MELUKIS/MENULIS*

Dimomen seperti ini, perkuat konsentrasi dan kenyamanannya sebelum memasukkkan sugesti. Misalnya : “Diva, sayangg. Semakin kamu asyik menggambar, semakin nyaman kamu, jauh lebih nyaman dan nyaman lagi. “Lalu masukan sugesi positif Anda.

*10. SAAT MELAMUN*

Ketika bengong dan melamun, critical factor seseorang terbuka. Saat itulah orang tua bisa mengintervensi kesadaran anak dengan memasukan sugesti positif. Pastikan tanpa menyentuhnya agar critical factornya tetap istirahat.

*11. SAAT MENGINGAT SESUATU*

Proses mengingat adalah momen ketika seseorang memasuki trance ringan. Bahkan dalam hipnosis formal, mengingat bisa menjadi teknik induksi untuk memasukan orang ke kondisi trance. Ketika anak sedang mengingat sesuatu, Anda bisa memasukkan sugesti positif dengan lembut. Misalnya : “Nak, semakin kamu mengingat, semakin kamu memutuskan diri untuk mulai sekarang dan seterusnya, kamu rajin sekolah”.

*12. SAAT BINGUNG*

Bingung merupakan kondisi trance juga. Bingung alami terjadi, dan pada kondisi ini, gerbang bawah sadarnya terbuka. Saat gerbang bawah sadar terbuka, maka sugesti apapun bisa masuk. Termasuk sugesti positif Anda pada buah hati tercinta.

*13. SAAT MENANGIS*

Sel-sel air mata mampu merangsang sugestivitas manusia. Tak heran bila dalam ritual tertentu, sering digunakan asap-asapan yang memedihkan mata sehingga terjadilah trance. Dalam kondisi menangis, trance tak Cuma disebabkan oleh sel air mata, tetapi juga emosi yang fokus dan memuncak. Maka, inilah saat yang tepat bagi orangtua untuk memberi sugesti positif pada anaknya.

*14. SAAT MARAH*

Ini juga sama halnya dengan kondisi anak saat menangis. Emosi anak muncul. Dan saat seperti ini, sugestivitasnya tinggi. Ikuti alur marahnya, jangan dibantah, lalu masukkan sugesti positif dengan lembut.

*15. SAAT SEDIH*

Sedih adalah kondisi ketika anak fokus pada masalahnya. Mungkin dibarengi dengan air mata. Dalam kondisi ini, critical factor-nya lengah, dan sugesti positif bisa menerabas bebas menyentuh pikiran bawah sadarnya.

*16. SAAT TAKUT*

Takut adalah kondisi emosional. Saat anak takut, critical factor-nya sangat menginginkan untuk rileks. Karena itu, rilekskanlah anak, peluk, buatlah aman dan nyaman, lalu masukkan sugesti-sugesti positif yang sehat.

*17. SAAT BERDOA*

Berdoa adalah peristiwa khusyuk ketika gelombang otak turun memasuki kondisi alpha atau theta. Berdoa adalah momen sugestif. Saat Anda memimpin doa bersama anak, masukkan sugesti-sugesti positif dalam bentuk akuan sehigga bagi anak, sugesti menjadi seakan self suggestion.

*18. SAAT TERPANA/KAGUM*

Ketika anak terpana atau kagum, baik pada mainan baru atau pada seseorang, maka selain fokus, emosinya pun memuncak. Saat itulah ia berada dalam kondisi sangat sugestif.

*19. SAAT TERKEJUT*

Momen ini bisa dieksplorasi dalam hipnosis formal, dengan metode shocking induction. Menciptakan keterkejutan. Area sugestifnya hanya memiliki durasi sekian detik. Oleh karenanya, orangtua harus pintar memanfaatkannya. Bisa jadi sugesti hanya berbentuk dua atau tiga kata. Misalnya, “Kamu anak pintar!”

*20. SAAT BANJIR INFORMASI*

Kondisi ini mirip dengan bingung. Saat otak manusia sedang terjejali informasi yang banyak dalam satu waktu, maka critical factor-nya memilih istirahat. Dan saat inilah, sugesti bisa menerabas ke pikiran bawah sadar manusia.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply